Total 21 Remaja Pelaku Peretas Situs Pemerintah Iklan Judi Online

19 pelaku peretas situs pemerintah
Pemeriksaan kapolri terkait penyusupan iklan judi online di situs pemerintahan indonesia

Kamis Dini hari, Tertangkapnya 21 pelaku peretas situs pemerintah dengan iklan judi online. Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengatakan, pengungkapan kasus ini bermula dari informasi dan berita media online yang menyatakan situs-situs pemerintah dimasuki iklan judi online dan dimulai penyelidikan pekan lalu. Dirtipidsiber Bareskrim Brigjen Asep Edi Suheri mengatakan pengungkapan kasus ini .

Selanjutnya, dilakukan penyelidikan dan dilakukan penangkapan terhadap 19 tersangka di wilayah Boyolali, Bondowoso, Malang, dan Jakarta.
“Total ada 19 pelaku, 17 laki-laki dan dua perempuan,” kata Argo kepada wartawan di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (13/10).
Argo mengungkap, penyelidikan bermula ketika penyidik mengindikasikan adanya sindikat yang memasarkan judi online itu melalui iklan dengan backlink yang dimasukkan ke situs-situs pemerintah.

“Jadi dipasang link-link redirect, kalau diklik misalnya ada polri.go.id nanti akan keluar sisipan halaman situs berisi iklan judi online. Kenapa orang-orang ini menggunakan situs pemerintah? Karena untuk iklan ini selain tanpa biaya juga membutuhkan rating website aktif, nanti kalau naik ratingnya maka peringkat algoritmanya juga akan meninggi. Ini tujuannya kenapa menggunakan situs-situs pemerintah dimana pasti ada visitor aktif setiap harinya. Membajak akun buatan dan Memanfaatkan situs pemerintah.”

Setelah mendapatkan backlink itu, kata salah satu tersangka berinisial Argo, melalui teknis lapangan kepolisian yang sudah dilakukan, penyidik akhirnya berhasil menangkap tersangka ATR dengan peran sebagai marketing judi online, di Boyolali, Jawa Tengah.

Selanjutnya dilakukanlah pengembangan dan menangkap tersangka AN yang berperan menyiapkan akses masuk untuk menyisipkan artikel iklan judi online itu, berlokasi di Bondowoso.

AN merupakan pria kelahiran 1991. Dia berperan menyiapkan akses ilegal. Dari rumahnya disita sejumlah barang bukti mulai dari HP, STNK dan BPKB mobil Brio hingga sertifikat tanah yang dia dapat dari pekerjaannya tersebut. Sementara HS ibu rumah tangga kelahiran 1991 berperan mengakses situs-situs pemerintah untuk menempatkan artikel yang berisikan link judi online dari tersangka ATR. Setelah itu, penyidik mengamankan satu orang tersangka lagi di wilayah Malang, Jawa Timur berinisial NFR. Dia berperan mengakses sistem admin situs pemerintah yang kemudian dia jual kepada tersangka AN.

Penyelidikan tidak berhenti sampai disitu, penyidik kemudian menelusuri pihak-pihak terkait yang menyelenggarakan judi online tersebut. Dittipidsiber Bareskrim Polri kemudian menelusuri lebih jauh siapa yang menggunakan jasa keempat tersangka ini. Dari situ terungkap, jasa mereka ternyata digunakan oleh penyelenggara judi di Meruya, Jakarta Barat. Berdasarkan hasil investigasi mendalam tersebut, didapatkan informasi jika penyelenggaranya berada di kawasan Meruya, Kebon Jeruk Jakarta Barat. Menurut Argo, ada lebih dari lima situs pemerintah dan ratusan situs lembaga pendidikan yang diakses secara ilegal untuk dimasukkan artikel iklan judi online itu.

“Sasarannya itu, di lembaga pendidikan yang ada tulisan go.id dan juga di lembaga pendidikan yang ada tulisan ac.id maupun sch.id. Sindikat tadi menggunakan artikel backlink, backlink itu dipasang melalui akses akun-akun itu yang kalau di klik oleh pengunjung nanti akan keluar tautan menuju situs utama penyelenggara judi online tersebut. Sisipan apa? Sisipan gambar dan iklan untuk mendaftar atau me,” katanya.

Akibat perbuatannya, para pelaku dipastikan akan dijerat pasal berlapis diantaranya:

Pasal 46 ayat (1), ayat (2), ayat 3, junto Pasal 30 ayat (1), Pasal 30 ayat (2) dan Pasal 30 ayat (3) dan atau Pasal 48 ayat (1), Pasal 48 ayat (2), juncto Pasal 32 ayat (1), Pasal 32 ayat (2) dan atau Pasal 45 ayat (2) juncto Pasal 27 ayat (2) UU 19/2016 tentang perubahan atas UU 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

“Para pelaku juga dikenakan Pasal 303 KUHP (larangan judi) atau Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, dan Pasal 3, Pasal 4, Pasal 10 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang (TPPU),” lanjut tegasnya.

kutipan: news-detik.com

admin
admin

No Comments

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Link Partner

Free SEO and Webmaster Tools